Kelayakan Pendirian Apotek

STUDIKELAYAKAN APOTIK

Sebelum melakukan permohonan ijin pendirian dan pengelolaan apotek, perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Hal yang sangat penting dalam sebuah perencanaan apotek adalah studi kelayakan, yaitu suatu rancangan secara komprehensif segala sesuatu tentang rencana pendirian apotek baru untuk dapat melihat kelayakan usaha, baik ditinjau dari pengabdian profesi maupun dari segi ekonominya. Dalam studi kelayakan diperlukan perhitungan yang matang sehingga apotek yang akan didirikan nanti tidak mengalami kerugian. Hasil dari studi kelayakan bisnis adalah laporan tertulis yang menyatakan bahwa suatu rencana bisnis layak direalisasikan (Hartini dan Sulasmono, 2007). Studi kelayakan ini kemudian dipresentasikan oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA) di hadapan wakil Gabungan Pengusaha Farmasi (GPF), Organisasi Profesi (Ikatan Apoteker Indonesia, IAI), dan wakil pemerintah (petugas dari Dinas Kesehatan). Pertimbangan yang menjadikan studi kelayakan bersifat realistis antara lain:

1.  Kepadatan penduduk yaitu tingkat kepadatan penduduk daerah sekitar lokasi apotek. Makin padat penduduk maka kebutuhan sarana pelayanan kesehatan lebih besar,

2. Pelayanan kesehatan, dengan melihat jumlah sarana pelayanan kesehatan dan tingkat kepadatan penduduk, dapat diketahui berapa banyak yang belum terlayani,

3.    Tingkat kehidupan, taraf kehidupan masyarakat disekitar juga menjadi pertimbangan, karena makin tinggi taraf hidup biasanya masyarakat makin memperhatikan kesehatan. Sehingga perlu sarana pelayanan kesehatan salah satunya apotek,

4.   Tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan masyarakat, makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat akan makin kritis terhadap masalah kesehatan, dan

5. Untuk mematangkan perencanaan, pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat dianalisa dengan menggunakan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) (Hartini dan Sulasmono, 2007).

Studi kelayakan apotek meliputi beberapa aspek yaitu lokasi, permodalan, analisa pasar, analisa keuangan, serta aspek teknis.

a.       Aspek Lokasi

Berkaitan dengan lokasi apotek, perlu diperhatikan kepadatan dan jumlah penduduk, keadaan sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat setempat, jarak dengan apotek lain, jumlah apotek yang ada pada lokasi yang sama, fasilitas kesehatan yang ada di sekitar lokasi apotek, misalnya: Puskesmas, Rumah Sakit, dokter praktek, dan lain-lain.

b.      Aspek Permodalan

Berkaitan dengan besarnya modal yang akan ditanamkan serta berapa lama investasi atau modal yang ditanamkan tersebut akan kembali.

c.       Analisa Pasar

Pada analisa ini yang perlu menjadi perhatian adalah perkiraan jumlah resep yang dapat diserap dari masing-masing dokter, poliklinik, atau rumah sakit di sekitar apotek, harga obat tiap resep dan keadaan penduduk sekitar lokasi yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan penduduk, tingkat sosial ekonomi, dan prilaku penduduk dalam menggunakan obat.

d.      Analisa Keuangan

Studi kelayakan dilakukan untuk meyakinkan bahwa semua sumber daya dan keahlian dapat digunakan untuk mendirikan sebuah apotek. Selain memuat beberapa persyaratan pendirian apotek yang telah dipenuhi, hal terpenting dari studi kelayakan adalah prospek pemasaran yang digambarkan dengan melakukan perencanaan dan evaluasi perkiraan biaya yang akan dikeluarkan tiap bulannya (RAPB atau Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja) yang di dalamnya mencakup biaya rutin perbulan dan pertahun, proyeksi pendapatan, pengeluaran rutin, perkiraan laba-rugi, perhitungan Pay Back Periode (PBP), Return On Investment (ROI), dan Break Even Point (BEP).

1)      Break Even Point (BEP)

Adalah suatu teknik analisa yang menunjukkan suatu keadaan usaha tidak mengalami keuntungan ataupun kerugian. Untuk mempertahankan kontinuitas usaha, apotek harus menjaga tingkat keseimbangan antara hasil penjualan (total revenue) atau laba yang diperoleh dengan biaya total. Analisa pendekatan yang digunakan adalah metode Break Even Analysis. Fungsi analisa break even antara lain :

a)      Digunakan untuk perencanaan laba (profit planning).

b)      Sebagai alat pengendalian (controlling).

c)      Sebagai alat pertimbangan dalam menentukan harga jual.

d)     Sebagai alat pertimbangan dalam mengambil keputusan.

2)   Return On Investment (ROI)

Untuk mengetahui apakah modal yang ditanam di apotek lebih menguntungkan daripada investasi di bank maka dapat digunakan ROI (Return on Investment). ROI merupakan analisa hasil usaha.

Rumus Return On Investment (ROI)

ROI yang baik adalah lebih besar daripada jasa pinjaman rata-rata. Besarnya ROI yang diperoleh merupakan tingkat pengembangan usaha suatu perusahaan (Anief, 2005).

3)   Pay Back Period (PBP)

Pay Back Period digunakan untuk menghitung berapa lama modal yang kita keluarkan akan kembali (balik modal).

Rumus Pay Back Period  (Anief, 2005).

Semakin kecil waktu balik modal, maka semakin prospektif pendirian apotek, hal ini menandakan semakin besar tingkat pengembalian modal dan keuntungan bersih rata-rata juga besar (Anief, 2005).

e.       Aspek Teknis

Pada teknisnya pengelolaan apotek merupakan tanggung jawab APA yang dalam pengelolaan sehari-hari dibantu oleh Asisten Apoteker. Strategi pengembangan apotek dapat dilakukan dengan cara seperti tersedianya ruang praktek dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, laboratorium, dan wartel di samping gedung apotek. Apotek dapat melakukan hubungan kerja sama dengan instansi, kantor, supermarket, atau perusahaan yang ada di kota setempat. Selain itu, pengembangan usaha apotek dapat dilakukan dengan cara menjual produk selain obat antara lain:

·    susu, makanan dan alat-alat keperluan bayi seperti botol susu, ataupun keperluan ibu misalnya breast pump;

·         alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran; dan atau

·         kosmetika.

LANGKAH-LANGKAH PENDIRIAN APOTEK

Setelah melakukan studi kelayakan Apotek dan arah bisnis plan Apotek, dan anda sudah yakin dengan keputusan menjalankan bisnis ini, mari kita mempelajari proses perijinannya. Proses perijinan Apotek berbeda dengan usaha lain, karena melibatkan tiga instansi terkait yaitu IAI (Ikatan Apoteker Indonesia), Dinas Kesehatan dan Kantor Pelayanan Perijinan.

Setelah kita yakin bahwa rencana pendirian apotek tidak ada halangan yang berarti, ikuti langkah dibawah ini :

1.       Daftar nama Apotek

Hal ini dilakukan dengan telp ke Dinas Kesehatan Propinsi. Data yang dibutuhkan untuk pendaftaran nama apotek ini adalah :

  • 3 alternatif nama apotek (prioritas nama apotek sesuai dengan nomor)
  • Nama Apoteker Penanggung jawab Apotek (APA)
  • Alamat Apotek lengkap (RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan No. rumah)

Keputusan nama apotek bisa langsung saat itu juga kita ketahui atau beberapa hari lagi kita disuruh telp (tergantung petugas mau ngecek hari itu atau beberapa hari lagi).

Setelah nama Apotek diputuskan, kita bisa melangkah lebih lanjut karena nama Apotek ini yang akan kita tuliskan di setiap dokumen perijinan apotek.

2.       Permohonan Surat Keterangan Kelayakan Praktek ke IAI Daerah

Sembari menunggu persetujuan nama apotek, calon APA menghadap ke IAI daerah untuk minta surat keterangan kelayakan praktek. Bentuk surat permohonan adalah sebagai berikut :

FORMULIR PERMOHONAN MENDAPATKAN SURAT KETERANGAN KELAYAKAN MELAKUKAN PRAKTIK KEFARMASIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                                       :        …………………………………………………..

Alamat                                    :        …………………………………………………..

…………………………………………………..

Tempat lahir                            :        …………………………………………………..

Tanggal lahir                           :        …………………………………………………..

Nomor KTP                            :        …………………………………………………..

Lulus Apoteker Tahun            :        ………………..

Perguruan Tinggi                     :        …………………………………………………..

Sertifikat Pembinaan               :        PD. IAI ..……………………………………..

Nomor                                     :        …………………………………………….

Tanggal                                   :        …………………………………………………..

Dengan ini menyatakan permintaan untuk mendapatkan Surat Keterangan Kelayakan Melakukan Praktik Kefarmasian dalam kaitan dengan rencana melakukan praktik kefarmasian di : Apotek/PBF/Industri …………………………………….

yang berlokasi di ………………………………………………………………

sebagai …………………………………………………….

Bersama formulir ini, kami juga menyerahkan  :

Lampiran
1 Fotocopy ijazah Sarjana Farmasi
2 Fotocopy ijazah Program Profesi Apoteker
3 Fotocopy Surat Sumpah
4 Fotocopi Kartu Tanda Penduduk
5 Sertifikat Pembinaan
6 Sertifikat Kompetensi
7 Kartu Tanda Anggota / Bukti keanggotaan dari PD IAI Jawa Timur atau PC IAI di Jawa Timur
8 Keterangan Sudah Menyelesaikan Magang (bagi Apoteker baru)

…………………………, ………………………………

( …………………………………………..)

Siapkan materai enam ribu 2buah. Biasanya juga ditarik iuran keanggotaan selama 1 tahun. Jangan lupa minta kwitansi untuk ditunjukkan ke bendahara IAI Cabang (supaya tidak ditarik iuran keanggotaan lagi). Disini calon APA akan mendapat kartu keanggotaan IAI daerah yang bersangutan. IAI daerah akan menerbitkan surat Penerimaan Melakukan Praktek Kefarmasian (PMPK) ke IAI cabang yang bersangkutan by email, kemudian IAI cabang memberi  balasan by email juga,  lalu dalam waktu 7 hari kerja, apoteker bisa mengambil surat PMPK ke IAI daerah.

3.       Persiapan dokumen untuk IAI Cabang

APA membuat surat permohonan Rekomendasi pendirian Apotekke ketua Cabang IAI setempat. Dokumen yang dibutuhkan antara lain :

1.       Foto kopi Ijazah Sarjana, Apoteker dan Sumpah Apoteker yang dilegalisir

2.       Fotokopi KTP APA

3.       Fotokopi KTP PSA

4.       Surat Pernyataan APA

5.       Surat Pernyataan PSA

6.       Fotokopi STRA

7.       Fotokopi Sertifikat Kompetensi

8.       Perjanjian kerjasama

9.       Form Kartu Pelayanan Obat Apotek

10.   Standar Prosedur Operasional Apotek

11.   Studi Kelayakan dan Analisa SWOT Apotek

12.   Fotokopi surat keterangan magang

13.   Pas Foto Uk. 4×6 dua lembar warna

Setelah dokumen lengkap diterima IAI, pengurus IAI akan menjadwalkan untuk presentasi calon APA dan PSA (jika ada) untuk penerbitan surat Rekomendasi. Proses penerbitan Surat rekomendasi ini berbeda-beda sesuai dengan kebijakan masing-masing cabang IAI. Tujuan presentasi ini adalah menilai kesiapan calon APA dan pola kerjasama APA-PSA (jika ada). Dari sini diharapkan dapat meminimalisir ketidakharmonisan hub APA-PSA dikemudian hari.

4.       Pengurusan SIPA dan Permohonan Rekomendasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten

Pengurusan SIPA

Bentuk surat permohonan SIPA adalah sebagai berikut :

Hal : Permohonan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA)                      Banyuwangi, …………………….

Yang terhormat,

Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota

di

Banyuwangi

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini.

Nama Lengkap                        :

No. STRA                               :

Tempat, tanggal lahir              :

Pendidikan terakhir                 :

Tempat Praktik/Kerja              :

Alamat Rumah                        :

Nomor Hp                               :

No. Sertifikat Kompetensi      :

Tgl. Sertifikat Kompetensl      :

Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) / Surat Izin Kerja (SIK). Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes/Per/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian.

Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan :

a.  fotokopi STRA yang dilegaisir oleh KFN;

b.  fotokopi ijazah sarjana dan profesi Apoteker

c.  surat pernyataan mempunyai tempat praktik profesi atau surat keterangan dari pimpinan fasilitas pelayanan kefarmasian atau dari pimpinan fasilitas produksi atau distribusi/ penyaluran; dan

d.  pasfoto berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 (dua) lembar dan 3 x4 sebanyak 2 (dua) lembar

Demikian, atas perhatian dan perkenannya kami ucapkan terima kasih

Pemohon,

………………………………..

Tembusan :

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan

Bentuk surat permohonan ke dinkes adalah sebagai berikut :

Kepada Yth.

Kepala Dinas Kesehatan

Kabupaten Banyuwangi

Di

B A N Y U W A N G I

Lampiran         : …….     lembar

Hal                  : Permohonan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA)

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini.

Nama Lengkap                        :

Tempat, tanggal lahir  :

Pendidikan terakhir     :

Alamat Rumah                        :

mengajukan permohonan surat rekomendasi untuk menjadi Apoteker Pengelola Apotek …………… dengan alamat …………………………………………

Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan :

1.       Fotocopy Ijazah Sarjana Apoteker;

2.       Fotocopy KTP

3.       Fotocopy SP/SK/STRA

4.       Surat Pernyataan APA

5.       Surat Pernyataan penerimaan PSA

6.       Surat Perjanjian Kerjasama

7.       Fotocopy rekomendasi dari organisasi profesi (IAI)

Demikian surat permohonan ini kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

Banyuwangi, ……………….

Pemohon,

……………………………

5.      Pelaporan ke KPP ( Kantor Pelayanan Perijinan)

Setelah dari Dinas KEsehatan, berlanjut ke KPP untuk proses perijinan sebenarnya.

Format surat untuk KPP adalah sebagai berikut :

Kepada Yth.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu

Jl. ……………

Di

……………………..

Hal                  : Permohonan Ijin Apotek

Dengan hormat,

Bersama ini, kami mengajukan permohonan untuk mendapat izin Apotek dengan data sebagai berikut :

1.       Pemohon

Nama Lengkap                                                :

Nomor Surat Ijin Praktek Apoteker (SIPA)   :

Nomor Kartu Tanda Penduduk                      :

Alamat dan Nomor Telepon                           :

Pekerjaan Sekarang                                         :

Nomor Pokok Wajib Pajak                             :

2.       APOTEK

Nama Apotek                                      :

Alamat                                                            :

Nomor Telepon                                   :

Kecamatan                                          :

Kabupaten                                           :

3.       Dengan menggunakan sarana

Nama Pemilik Sarana                                      :

Alamat                                                            :

Nomor Pokok Wajib Pajak                             :

Bersama Permohonan ini kami lampirkan :

1.       Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)

2.       Surat Rekomendasi Apoteker PEngelola Apotek (APA)

3.       Foto copy Surat Ijin Praktek Apoteker (SIPA) / Surat TAnda Regiter Apoteker (STRA)

4.       Foto copy ijazah / Surat SumpahSertifikat Kompetensi Apoteker

5.       Foto copy ijazah / Surat izin dari Prop / Surat ijin Kerja (SIK) Asisten Apoteker

6.       Foto asli dan foto copy denah bangunan dan denah lokasi

7.       Foto copy IMB

8.       Surat Pernyataan Status BAngunan (Sewa/Kontrak)

9.       Daftar Asisten Apoteker dengan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus dan nomor Surat Izin Kerja (SIK)

10.    Asli dan foto copy daftar terperinci alat perlengkapan apotek

11.    Asli dan foto copy rekomendasi dari IAI

12.    Surat pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek bahwa tidak bekerja tetap pada perusahaan farmasi lain dan tidak menjadi Apoteker PEngelola Apotek di Apotek lain

13.    Asli dan foto copy surat izin atasan (bagi pemohon PNS, anggota TNI dan Instansi lainnya

14.    Akte perjanjian kerjasama Apoteker Pengelola Apotek (APA) dengan Pemilik Sarana Apotek (PSA)

15.    Surat pernyataan Pemilik Sarana tidak terlibat pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di bidang obat.

Demikian permohonan kami, atas perhatian dan persetujuanbnya kami sampaikan terima kasih.

Banyuwangi, 20 Maret 2012

Hormat kami,

……………………………..

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: